Profil

Selasa, 13 Desember 2011

Besarnya Cinta Ibu



Alkisah di sebuah desa terpencil, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak tunggal atau satu-satunya,
Karena Suaminya sudah lama meninggal karena sakit sakitan.
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Sebab Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi.

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering kali berdoa memohon kepada Tuhan yang maha kuasa : “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi, "begitu do'a ibu.

Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.

Namun semakin lama si anak ini semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya termasuk maling ayam, maling indomie, malak sebatang rokok gayus tambunan di dlm penjara dan lain lainnya.

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa tetangga, namun malang dia tertangkap, Kemudian dia dibawa ke hadapan raja untuk diadili dan dijatuhi hukuman pancung,

pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan, “Tuhan ampunilah dosa anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

Dengan tertatih-tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan, Tapi keputusan sang raja sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman itu.

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah dan Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, Akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya itu, dia bertemu dengan utusan tuhan yang maha kuasa.

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2, dan ada juga bergendong2 manyaksikan hukuman tersebut.

Sang algojo pun sudah siap dengan pancungnya dan si anak ibu itu sudah pasrah dengan nasibnya,

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya, dan pada akhirnya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba juga.

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang. Padahal sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang.

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak berbunyi,

Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah dan Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat.

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah tersebut.

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng itu ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah.
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak bisa berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng.

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata, Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan dibawah lonceng itu.

Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya,

Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya ke lonceng dan Memeluk besi di dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya tersebut.

DARI SINI SI CICAK BERANI LAWAN BUAYA BERPESAN TIDAK ADA KASIH SAYANG YANG BEGITU BESAR, BILA TIDAK DIPERLIHATKAN DENGAN SEBUAH TINDAKAN.


sekian cerita sederhana tapi menyedihkan ..
sumpah gua sedihh bgt bacanya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar